Nah, kalo yang ini soal dalam bentuk powerpoint-nya. Silakan dicoba..!!
-
Blog Stats
- 229 hits
May 2012 M T W T F S S « Mar 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 -
Recent Posts
-
Recent Comments
Nah, kalo yang ini soal dalam bentuk powerpoint-nya. Silakan dicoba..!!
Latihan ujian PA blok 10 muskuloskeletal bisa di-klick disini. File ini cuma berisi soal dalam bentuk ms-word. Selamat mencoba!!
Kesan pertama nonton AAC… Wow so inspiring..!! Banyak banget hal yg bisa kita petik. Ternyata, model hubungan dengan lawan jenis tidak melulu seperti yang kita liat di sinetron, film-film, maupun infotainment. AAC menggambarkan bagaimana berhubungan dengan wanita dengan tetap menghormati wanita. Menjaga pandangan, sentuhan, dan nafsu terhadap lawan jenis adalah kuncinya. Dalam dunia nyata, mungkin kita bisa bilang,”ah, hari gini…!! Ga mungkin banget!! Scara, tiap detik ada aja godaannya.. Mulai dari temen kampus yg pake baju kekecilan ampe artis dangdut yg…hufhh!!”. Tapi, disitulah tantangan dan balasan kemuliaan yg disodorkan… Apalagi masa-masa remaja yang mengalami lonjakan hormon estrogen dan testosteron, tentu imajinasi dan sexual desire lagi tinggi-tingginya. Kira2 kita mampu ga ya…?? Perjuangan itu tentu ga bakal sia-sia. Dalam jangka pendek, misalnya, prosesi pernikahan yang merupakan akhir perjalanan pencarian teman hidup, akan terasa begitu indah, sakral, dan mulia. Dengan pernikahanlah, hal yang haram akan menjadi halal bahkan bernilai ibadah. Sungguh kebahagiaan tersendiri, bisa menyentuh teman hidup yang digariskan Tuhan pada kita, bisa berbagi suka duka, bisa memegang tangannya di saat bahagia, bisa mengusap air mata di saat sedih, dan selalu bisa menatap pesona cahaya wajahnya, setelah segala penghalang dihancurkan dengan pernikahan. Dalam AAC, bahkan Fahri pun harus menikah lebih dulu sebelum ia bisa menyentuh tangan Maria yang tergolek lemah dan butuh sentuhan sang pujaan hati, Fahri.
Pelajaran kedua adalah tentang poligami. Aisha tahu betul, Maria sangat membutuhkan Fahri sebagai pendampingnya. Dengan besar jiwa, ia menyuruh suami tercinta menikahi Maria yang tergolek lemah. AAC menggambarkan sisi poligami secara netral dan objektif. Dilukiskan pula bagaimana Aisha menangis saat prosesi pernikahan Fahri-Maria berlangsung. Hal yang sangat manusiawi dan lumrah ketika wanita sangat terpukul suaminya harus berbagi cinta dengan yang lain. Tapi, di situlah indahnya aturan Tuhan yang kadang sebagian besar kita tidak mau dan tidak mampu memahaminya. Pernikahan bukanlah finalisasi hubungan lawan jenis. Hubungan manusia selalu dinamis, ia bisa bertemu dan tertarik dengan lawan jenis, bercerai, atau poligami. AAC menggambarkan bahwa poligami merupakan solusi terbaik yang dapat diambil untuk menyelesaikan masalah, yakni kesehatan Maria dan bebasnya Fahri dari penjara. Tentu restu istri pertama adalah kunci mutlak yang harus dikantongi lebih dulu.
Pelajaran ketiga tentang tabah dan ikhlas. Terkadang kita hanya ingat Tuhan saat dalam keadaan susah, atau mungkin menyalahkan Tuhan saat badai menerpa kehidupan kita. Begitu pula Fahri, manusia biasa yang “tidak terima” dengan cobaan fitnah kasus perkosaan Noura. Beruntung ada teman satu sel penjara yang mengingatkannya. Kadang kita tidak sadar, bahwa kesenangan dan kesedihan hakikatnya cobaan. Dua hal itu bagaikan dua sisi mata uang yang selalu ditimpakan secara bergilir oleh Tuhan. Tapi, tentu Tuhan punya perhitungan. Manusia tidak akan ditimpakan cobaan di luar kemampuannya.
Terlepas dari masalah kemiripan dengan versi asli Novel yang ditulis kang Abik, AAC telah menghadirkan paradigma baru bagi generasi muda tentang hubungan pria-wanita. Sekarang tinggal kita memilih…